Minggu, 14 Juni 2015


Dear Someone…
Kamu masih ingat? Dulu kamu selalu memberiku warna berbeda setiap harinya, memberiku senyum saat membaca pesan singkat darimu. Dulu aku dan kamu begitu dekat. Mungkin sedekat nadi. Hingga aku lupa cara bernafas saat aku ada di hadapanmu. Itu lebay bukan?. Aku selalu menghafal semua janjimu. Bahkan janji termanis yang pernah kamu ucapkan kamu selalu berjanji akan memikirkanku. Entah kamu sadar saat mengucapkannya ataupun tidak sadar. Aku tidak pernah mau mendengar apa yang mereka katakan tentang kamu. Mungkinkah aku jatuh hati padamu?. Saat kamu merindukanku, kamu selalu mengejarku kemana-mana. Lucu memang saat moment itu. Tapi, sekarang aku sadar seharusnya aku mundur. Karena kamu telah bersama dia. Jika kamu telah bersama dia, dan aku? Ha-ha-ha aku bisa apa? Bisa menangisimu? Aku sadar aku bukan siapa-siapa kamu, bukan orang yang kamu harapkan. Menangisimu aku saja tak berhak apalagi menagih janji-janjimu yang pernah kau ucapkan? Mungkin aku akan melupakan. Tapi jujur, aku tidak bisa melupakan semua itu. Terlalu sulit bagiku, tapi bagimu? Mungkin mudah. Aku hanya bisa membaca histori pesan singkat yang kamu kirim. Dan ketika aku mulai mengirim pesan singkat padamu? Kamu bilang, maaf aku tidak punya banyak waktu untukmu. Ha-ha aku mau apa? Aku hanya merindukanmu!. Aku hanya menginginkanmu menyadari semuanya! Aku tak pernah mau di keadaan ini, terus-menerus menjaga jarak denganmu. Kamu yang memulai kepadaku dan kamu yang mudah melupakan aku. Terimakasih untuk semuanya, aku begitu mensyukuri bertemu denganmu dan kamu mengenalkan bahwa cinta hanya indah saat berawal saja bukan?.  Ku harap sejauh mana pun kamu membaca pesan singkat dia, kamu akan membaca pesan singkat yang ku kirim dan kamu membalas atau kamu menyadari bahwa ada aku yang selalu menunggumu. Dan aku harap kamu membaca ini. Aku hanya bisa berharap.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar